Minggu, 15 April 2012

Naskaah drama buat tugas



 MAWAR UNTUK KAKAK
By : HANA SURYANTI
KELAS : 11 IPA



PELAKU :

*Cita   : adiknya Kesha , umurnya  15thn
ðBaik , berhati tulus , penolong , pemaaf
*Kesha  : kakaknya Cita , umurnya 17thn.
ðEgois , jutek , pemarah
*Mama  : Mama dari Kesha dan Cita
ðBaik , penyayang
*Ayah : Ayah dari Kesha dan Cita
ðBaik , bijaksana , penyayang.
*Dokter
*Anak Kecil












Pagi hari di meja makan , pukul 06:00 WIB . Cita mencari flashdisk yang kemarin di jatuhkannya. Disana ada Ayah dan Mama yang sedang menyiapkan sarapan pagi .
Cita : “aduh mana ya .. kok engga ketemu-ketemu sih?!” (dengan gelisah)
Mama : “Cita , kamu lagi nyari apa sih ? sarapan dulu sini”
Cita : “engga ma , aku nyari flashdisk ku yang kemarin jatuh disini . Kok gak ada ya ma ? atau sama kak Kesha ?”
Ayah : “jangan suudzon dulu , yasudah kamu tanya kakak kamu aja tuh . Sekalian ajak sarapan bareng ya .”
Cita : “engga suudzon kok yah , aku kan Cuma kira-kira aja . Yasudah aku ke kamar kak Kesha dulu ya”
Tok tok tok , bunyi ketukan pintu kak Kesha .
Cita : “ Kak.. ini aku Cita .”
Kesha : “Masuk aja sih , engga di kunci !” (teriaknya dari dalam)
Cita : “kak , kata ayah kita disuruh sarapan dibawah . Oh iya kakak lihat flashdisk ku yang kemarin ada di meja makan ? kok engga ada ya?”
Kesha : “Eh.. gue mana tau barang barang lo itu ada dimana , lo nuduh gue ?” (bentaknya)
Cita : “ya ampun kak , aku engga nuduh kakak kok. Sumpah deh .. Aku kan cuma nanya aja , kali aja kakak tau gitu .”
Kesha : “gue engga tau. Udahlah gue mau sarapan dulu.”
Setelah  itu mereka berangkat sekolah bersama dan akhirnya mereka sampai di sekolah. Di lorong sekolah,
Kesha : “ini kan yang lo cari ? ini flashdisk lo kan ?” (sambil memberikan flashdisk)
Cita : “oh iya kak, ini punya aku . Kakak ketemu dimana ? Makasih banyak ya kak”
Kesha : “engga usah lebay , gue temuin di bawah kursi makan tadi”
Cita : “ wah kak , makasih banyak ya . Aku engga akan bisa maju nih kalau flashdisk ku hilang, makasih ya kak ..” (sambil memegang tangan kakaknya)
Tapi Kesha langsung pergi begitu saja . Dan melepaskan tangannya. Dia langsung menuju kelasnya . meninggalkan Cita .
Kegiatan sekolah mereka berjalan seperti biasanya , baik-baik saja . Dan sekarang waktunya pulang sekolah. Di pintu gerbang sekolah Cita menunggu Kesha ,
Kesha : “eh Cita , lo pulang duluan deh . Gue mau main dulu . Nanti bilang ke mama aja yah.”
Cita : “ Kakak mau kemana ? kakak izin ke mama dulu aja .”
Kesha : “apa bedanya sih , lo bilang aja ke mama . Gue mau jalan dulu.” (sambil meninggalkan Cita)
Cita bingung kenapa kakaknya begitu jutek kepadanya. Dan akhirnya dia pulang sendiri . Setelah sampai dirumah ,
Mama : “dek , kakak mana ? kok engga pulang bareng ?”
Cita : “kakak izin mau main dulu ma, sama teman-temannya . Aku engga tau dia mau kemana , dia engga bilang ma..”
Mama : “Kakak kamu ini.. selalu saja begitu . Yasudah kamu ganti baju , terus makan yah dek. Nannti coba mama telepon kakak kamu.”
Sore pukul 16:45 , dirumah . Kesha baru pulang.
Mama : “bagus ya kak , kamu pulang telat. Tadi mama telepon kenapa engga di angkat ?”
Kesha : “ma, Kesha capek . Kesha mau istirahat dulu .”
Mama : “Kesha... kamu ini , mama tanya kamu darimana ? kenapa biarin adik kamu pulang sendirian ?”
Kesha : “ma.. kesha tuh engga kemana-mana . Kesha butuh refreshing sama teman-teman kesha , wajar dong . terus apa masalahnya sama Cita ? dia juga udah besar ma. Jangan apa-apa yang di salahin aku terus!” (sambil membuang tasnya)
Cita : “kakak.. jangan marah-marah sama mama. Mama kan cuma khawatir aja sama kaka .”
Kesha : “lo engga usah banyak omong deh , cari muka lo ?” (sambil membentak Cita)
Mama : “KESHA! Jangan kasar sam adik kamu . Ganti baju sana , istirahat . Mama engga mau dengar kamu berantem lagi.”
Cita : “iya ma.. Cita mandi dulu ya”
Sedangkan Kesha langsung pergi ke kamarnya. Dia kesal dengan Cita , dia memang tidak dekat dengan cita karena , Dulu Kesha dan Cita pernah hilang di suatu mall. Mama dan ayahnya panik . di pikiran mereka hanya Cita. Karena Cita masih berumur 4tahun , sedangkan Kesha 6 tahun. Mereka lupa bahwa Kesha juga ikut hilang . Karena panik , mereka hanya meninformasikan Cita yang hilang , Kesha tidak. Kesha yang ketakutan mendengar info itu , dia sangat marah. kenapa hanya Juni yang dicari , kenapa aku engga ? itu yang di pikirkannya . Padahal orangtuanya lupa dan tidak sengaja , tapi Kesha sangat marah dan dendam dengan Cita . karena Cita masih sangat kecil, Cita sangat diperhatikan oleh orangtuanya. Kesha cemburu dan benci sampai sekarang.
Malam hari , di kamar Kesha .
Cita : “kak , aku masuk ya.. Aku mau balikin laptop kakak nih” (sambil membawa laptop)
Ternyata Kesha sedang tidak ada di kamar. Cita langsung masuk ke kamar kakaknya dan membuka lemari untuk menaruh laptop kakaknya . Tidak sengaja ia melihat kalung emas yang cantik sekali. Tiba-tiba Kesha dan mama datang ,
Kesha : “eh Cita , ngapain lo di kamar gue ? mau maling kalung gue ? hah? Ngaku deh lo!”
Mama : “Cita , kamu ambil kalung kaka ?”
Cita : “engga ma.. sumpah aku engga maling . Aku Cuma mau balikin laptop kakak mah..”
Kesha : “ah.. bohong aja lo! Lancang lo , masuk-masuk kamar gue dan sekarang lo mau maling kalung emas gue ? Jahat lo!”
*PRAK!!* Kesha dengan lantang menampar wajah adiknya sendiri , di depan mamanya.
Mama : “Keshaaa... ! apa apan kamu ini ! Ini adik kamu , kenapa kamu kasar ? belum tentu dia salah.”
Cita hanya menangis dan tidak terpikirkan kakaknya berani menampar wajahnya .
Kesha : “ma.. tapi dia emang benar mau maling ma. Liat aja , kenapa dia buka-buka lemari aku kalau dia engga salah ? Dia tuh memang MALING !”
Tiba-tiba Cita mimisan dan jatuh pingsan . Mama dan Kesha kaget dengan reaksi Cita seperti itu . Cita langsung di bawa kerumah sakit oleh mama dan Kesha . Tiba dirumah sakit , ayah akhirnya datang ,
Ayah : “ma, ada apa dengan Cita ? apa dia baik-baik aja ?”
Mama : “ceritanya panjang yah , tadi dirumah Kesha sempat kesal dengan Cita dan refleks menanpar Cita , tapi Cita langsung mimisan dan pingsan . Makanya mama bawa ke rumah sakit.”
Ayah : “Kesha! Kamu apa-apaan sih kayak gitu ? Kamu tega nyakitin adik kamu ? Kamu emang anak kurang ajar !”
Kesha sakit hati dan akhirnya ia pergi meninggalkan rumah sakit dan entah kemana . Orangtuanya tidak memperdulikan Kesha , karena mereka pikir , ia hanya kekanak-kanakan.
Dokter : “Ibu, bapak, kalian orangtuanya Cita ? Silahkan kita bicara di dalam sini .”
Dokter : “ibu , bapak , apakah cita sering mimisan akhir-akhir ini ?”
Mama : “tepatnya saya kurang tau dok . Tapi yang saya dengar dari temannya Cita di sekolah baik-baik saja , Cuma hanya waktu itu dia pingsan sehabis mimisan terus-terusan, dok.”
Dokter : “setelah itu ibu tidak tau dia dirumah minum obat apa ? Apakah ibu melihat Cita dirumah mimisan selain tadi ?”
Mama : “saya tidak pernah melihatnya dok , tapi ayahnya pernah melihat Cita masuk ke kamar mandi dengan banyak darah di tangan.”
Dokter : “Apakah itu benar pak?”
Ayah : “benar dok , tapi karena hari itu masih sangat pagi jadi saya tidak melihat begitu jelas. Makanya kami tidak tau soal itu.”
Dokter : “Ibu.. Bapak.. Anak anda di vonis terkena kanker darah yang sangat kronis. Usianya tidak akan lama lagi. Dan saya sarankan , anda cepat-cepat melakukan operasi dan terapi-terapi disini .”
Kedua orangtuanya sangat terkejut dengan kabar ini , mereka tidak percaya bahwa kabar buruk ini benar . Tetapi , dokter menyatakan semua ini atas hasil cek darah yang di lakukannya tadi . Cita harus cepat-cepat di operasi .
Akhirnya Cita siuman ,
Cita : “ma.. yah.. Aku tau , aku sakit kan ? Aku sudah tau sejak beberapa bulan yang lalu. Saat itu , aku pergi kerumah sakit dan mngecek darah , ternyata memang benar aku divonis terkena kanker darah. Maaf ya ma , yah kalau Cita udah bohong selama ini . Cita engga mau kalian tau . Cita engga mau kalian sedih . Maaf ya ma,yah ..” (sambil menangis dan memgang tangan mama dan ayahnya)
Mama : “Kenapa kamu tidak pernah bilang sayang ? mama engga percaya semua itu benar , tapi setelah kamu bicarasemua itu seakan terasa nyata dan kamu memang benar-benar sakit . Maafkan mama ya nak , mama kurang perhatian dengan kondisi kamu.”
Ayah : “Maafkan ayah , ayah telat mengetahui semua ini. Maafkan kita telat membawamu kerumah sakit. Ayah menyesal nak..” (dengan meneteskan airmata)
Cita : “Ayah , Mama.. Cita engga mau kak Kesha tau soal ini. Aku engga mau bikin kakak sedih. Please ya ma, yah .. Please rahasiain ini . Mamam mau kan ?”
Mama : “iya dek , Insyaallah mama akan rahasiakan itu. Tapi kamu harus kuat ya , Mama yakin kamu pasti bisa mengahadapi semua ini.”
Akhirnya Cita dibawa pulang ke rumah oleh orangtuanya. Kesha yang kesal dan pergi sekarang entah dimana . Ternyata dia tidak kerumah.
Mama : “Ayah , sepertinya Kesha benar-benar kesal . Coba ayah cari dia dan bujuk untuk mau pulang .”
Ayah : “yasudah ma , jaga Cita ya.”
Ayah pergi mencari Kesha sendirian malam-malam. Dia tidak tau harus cari kemana. Dia sudah cari kerumah temannya , tapi ternyata tidak ada. Dia cari ke sekolah tidak ada. Dia juga sudah telepon berkali-kali tapi tidak di angkat . Akhirnya ia pulang , dan berharap Kesha ada dirumah.
Setelah sampai di rumah, ayah pergi ke kamar Cita .
Ayah : “ma.. Kesha tidak ada . Aku sudahcari kemana-mana tapi tetap tidak ada. Bagaimana ini ?”
Mama : “Aku juga sudah menelpon , sms dan bbm dia tapi dia tidak ada kabar. Yasudah ya , lagipula sudah malam. Kesha sudah besar mungkin dia sedang dirumah Ibumu yah.”
Karena hari sudah malam , mereka tidak tau harus mencari dimana . Mereka pun tidur dan menunggu besok Kesha akan pulang.
Keesokan harinya , pagi hari , dirumah.
Cita : “Selamat pagi ma, Cita udah agak sehatan nih ma. Cita udah engga lemes lagi. Cita ke taman belakang ya ma. Oh iya , Cita udah sarapan kok.”
Mama : “Oke sayang. Hati-hati ya. Mama dan Ayah mau pergi mencari Kesha lagi . Kamu baik-baik ya dirumah.” (mencium kening Cita)
Cita pun pergi ke taman belakang rumah dengan membawa bonekanya. Cita bicara kepada bonekanya : “kenapa ya kak Kesha engga mau pulang, salah aku tuh apa sih sebenarnya? Aku sayang sama dia , tapi dia benci sama aku. Aku harus bagaimana? Ohiyah besok kan kakak ulang tahun. Aku harus memberikan sesuatu yang spesial nih.”
Ternyata Kesha sedang memperhatikannya dibalik  tembok belakang rumahnya , dia mengira orangtuanya tidak mencemaskan dia. Dan dia iri dengan Cita. Tiba-tiba Cita yang sedang duduk santai melihat Kesha yang sedang memperhatikannya .
Cita : “itu kak Kesha ya ? Kak... kak Kesha ? itu kakak kan?” (sambil berlari mengejar Kesha)
Kesha terus berlari menghindar dari Cita , tapi Cita tersandung batu dan jatuh . Kesha membantunya berdiri dan membantunya masuk ke dalam rumah , tapi Cita pingsan dan tubuhnya kembali lemah dan tidak menyadari kejadian tadi . Kesha kembali pergi dari rumahnya . Ia tidak ingin orangtuanya tau bahwa dia balik ke rumah dan menolong adiknya yang ia benci itu . Di jalanan kesha tidak makan , ia hanya duduk-duduk di Taman dan menunggu orangtuanya mencarinya .
Kesha : “Gue emang engga penting , gue engga berguna juga dipikiran Ayah atau Mama. Jadi buat apa gue pulang , lagipula mereka engga khawatir sama keadaan gue! Mereka Cuma peduli sama Cita.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang memberinya mawar berwarna hitam , dan ketika Kesha menerima mawar itu , tangannya terkena duri dari mawar itu.
Kesha : “maksud kamu apa nih dek?”
Anak kecil : “tidak kak , bunga itu pantas ku berikan untuk kaka. Karena dari tadi pagi aku liat kakak selalu disini sendirian .”
Anak kecil itu langsung pergi dan meninggalkan Kesha. Kesha bingung maksud dari anak itu apa sebenarnya. Tapi Kesha tidak peduli . Ia tetap menunggu di taman itu sampai orangtuany datang menjemputnya.
Dirumah , Ayah menemukan Cita terbaring di sofa dengan hidung yang kembali mimisan.
Ayah : “ma... lihat Cita. Cita kenapa disini ma?”
Mama : “yah, cepat bawa dia kekamar. Mama akan mengambil obat-obatan.”
Setelah dikamar , Cita pun siuman.
Cita : “ma... aku dimana ini ? aku...” (dengan lemah ia bicara)
Mama : “kamu dirumah kok sayang. Kamu kenapa bisa mimisan lagi ? Kamu habis darimana?”
Cita menceritakan kejadian tadi di taman belakang rumahnya . Dan malalm hari itu , dia menulis surat untuk kakaknya besok yang berulangtahun. Tapi ia merasakan sakit yang sangat sakit. Dia tidak mau membangunkan orangtuanya . Dia mencoba meminum obat-obatan yang ada dirumahnya . Hingga akhirnya ia tertidur .
Hari ini hari ulang tahun Kesha , Cita harusnya menjalani operasi di rumah sakit , tapi pagi-pagi buta sekali ia bersepeda keluar rumah untuk menyegarkan badannya . Dan menghilangkan rasa sakitnya.
Cita : “pagi ini udaranya sejuk sekali ,  segar. Rasanya aku hidup dengan kondisi yang sehat saja hehehe.. Aku ingin hidup lama di dunia ini. Bersama Kakak, Mama dan Ayah. Tapi tuhan berkata lain , Semoga aku masih bisa memberikan yang terbaik untuk kaka.”
Dan Cita pergi membeli  17 tangkai bunga mawar merah untuk kakaknya . Berharap kakaknya telah kembali pulang.
Siang hari pukul 11:00 , dirumah. Kesha sudah kembali kerumah dan bertemu orangtuanya . Cita pun melihat keharmonisan itu . Ia ingin selamanya seperti ini . Kesha tidak sadar jika Cita melihat mereka.
Cita : “kak.. selamat kembali kerumah ya kak. Aku senang kakak kembali kerumah .”
Mama dan Ayah tersenyum bahagia melihat Cita tersenyum dan menyayangi kakaknya.
Kesha : “Iya .. Terimakasih ya Cit.. Lo engga lupa kan sama hari ini?”
Cita berlari memeluk kakaknya dengan membawa bunga dan surat yang telah dia buat.
Cita : “Kak... Aku sayang banget sama kaka . Aku minta maaf kalau aku belum jadi yang terbaik. Aku punya sesuatu buat kakak..” (sambil menangis bahagia)
Ketika itu dia merasakan sakit yang amat sakit , dan hidungnya kembali mimisan . Tapi ia tetap memeluk erat kakaknya. Walaupun dia merasa sudah tidak kuat lagi . Dan akhirnya takdir berkata lain , Cita sudah meninggal . Sakitnya yang kronis sudah membuatnya sangat sakit. Dia meninggal di pelukan kakaknya . Dan dia senang , karena dia sudah memberikan yang terbaik untuk kakaknya. Dia juga sudah mendapatkan kakaknya kembali kerumah dan keluargany kembali bahagia. Kesha akhirnya sadar mengapa Cita memeluknya terlalu lama .
Kesha : “Cit , kamu kenapa ? Cit , mana hadiahnya ? Cit ? kamu baik-baik aja kan ?” (sambil melepaskan pelukan adiknya)
Mama : “ Cit , kamu kenapa ? Yah , Cita kenapa ? Kok Cita mimisan dan pingsan ? yahhh...” (meneteskan air mata )
Ayah : (langung memeriksa denyut nadi Cita , dan segera memeluknya)
Mama : “ayah, Cita kenapa ?”
Kesha : “yah... Ayah kenapa menangis ? Cita kenapa ayah ? Ayah .......” (sambil menarik-narik ayahnya)
Ayah : “Ci, Ci... Cita udah tiada ma... Cita udah meninggal kak ..” (dengan menangis terisak-isak)
Mama : “Ayah jangan bercanda!”
Kesha : “Ayah yang  benar ! Ayahg jangan bercanda please ! Kesha serius Ayah.. Cita kenapa ?”
Ayah mencoba menjelaskan kepada Kesha . Tapi Kesha tidak percaya . Mama juga akhirny percaya bahwa Cita terlalu lama merasakan sakit itu , dan dia sudah tidak bisa menahannya . Cita dilarikan kerumah sakit . Kesha terus , terus dan terus menangis , dia tidak ingin melepas pelukannya terhadap Cita . Dirumah sakit , Dokter memperjelas bahwa Cita sudah tiada . Sakit kankernya sudah terlalu kronis karena dia tidak mencoba operasi dan terapi . Takdir berkata lain , hidupnya hanya sampai sini . Akhirnya Cita di makamkan di dekat makam omahnya .
Kesha : “ma... yah.. aku mau bacain surat yang dibuat Cita untuk aku . Ma , dia juga tau kesukaanku . Dia membelikan aku 17 tangkai mawar merah ma.. ini suratnya ..
“Kakak Kesha yang Cantik , Selamat Ulang Tahun ya.. Aku berharap kakak menjadi anak mama dan ayah yang baik dan satu-satunya yang terbaik . Aku bangga banget jadi adik kakak. Walaupun kakak benci sama aku , tapi aku selalu sayang sama kakak .  Ohiya kak , Semoga kakak tau semua ini dari mama. Maaf aku udah nyembunyiin semuanya kak , ini aku lakuin biar kakak engga sedih. Kak aku juga engga lupa beli 17 tangkai bunga mawar merah , karena aku tau kakak suka banget sama redrose. Oh iya kak , Satu lagi , Jangan pernah lupain aku ya kak . Aku sayang kakak . By : Cita , adikmu yang menyebalkan .”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar