By : HANA SURYANTI
KELAS : 11 IPA
PELAKU
:
ðBaik ,
berhati tulus , penolong , pemaaf
ðEgois
, jutek , pemarah
ðBaik ,
penyayang
ðBaik ,
bijaksana , penyayang.
Pagi
hari di meja makan , pukul 06:00 WIB . Cita mencari flashdisk yang kemarin di
jatuhkannya. Disana ada Ayah dan Mama yang sedang menyiapkan sarapan pagi .
Cita
: “aduh mana ya .. kok engga ketemu-ketemu sih?!” (dengan gelisah)
Mama
: “Cita , kamu lagi nyari apa sih ? sarapan dulu sini”
Cita
: “engga ma , aku nyari flashdisk ku yang kemarin jatuh disini . Kok gak ada ya
ma ? atau sama kak Kesha ?”
Ayah
: “jangan suudzon dulu , yasudah kamu tanya kakak kamu aja tuh . Sekalian ajak
sarapan bareng ya .”
Cita
: “engga suudzon kok yah , aku kan Cuma kira-kira aja . Yasudah aku ke kamar
kak Kesha dulu ya”
Tok
tok tok , bunyi ketukan pintu kak Kesha .
Cita
: “ Kak.. ini aku Cita .”
Kesha
: “Masuk aja sih , engga di kunci !” (teriaknya dari dalam)
Cita
: “kak , kata ayah kita disuruh sarapan dibawah . Oh iya kakak lihat flashdisk
ku yang kemarin ada di meja makan ? kok engga ada ya?”
Kesha
: “Eh.. gue mana tau barang barang lo itu ada dimana , lo nuduh gue ?”
(bentaknya)
Cita
: “ya ampun kak , aku engga nuduh kakak kok. Sumpah deh .. Aku kan cuma nanya
aja , kali aja kakak tau gitu .”
Kesha
: “gue engga tau. Udahlah gue mau sarapan dulu.”
Setelah itu mereka berangkat sekolah bersama dan
akhirnya mereka sampai di sekolah. Di lorong sekolah,
Kesha
: “ini kan yang lo cari ? ini flashdisk lo kan ?” (sambil memberikan flashdisk)
Cita
: “oh iya kak, ini punya aku . Kakak ketemu dimana ? Makasih banyak ya kak”
Kesha
: “engga usah lebay , gue temuin di bawah kursi makan tadi”
Cita
: “ wah kak , makasih banyak ya . Aku engga akan bisa maju nih kalau flashdisk
ku hilang, makasih ya kak ..” (sambil memegang tangan kakaknya)
Tapi
Kesha langsung pergi begitu saja . Dan melepaskan tangannya. Dia langsung
menuju kelasnya . meninggalkan Cita .
Kegiatan
sekolah mereka berjalan seperti biasanya , baik-baik saja . Dan sekarang
waktunya pulang sekolah. Di pintu gerbang sekolah Cita menunggu Kesha ,
Kesha
: “eh Cita , lo pulang duluan deh . Gue mau main dulu . Nanti bilang ke mama
aja yah.”
Cita
: “ Kakak mau kemana ? kakak izin ke mama dulu aja .”
Kesha
: “apa bedanya sih , lo bilang aja ke mama . Gue mau jalan dulu.” (sambil
meninggalkan Cita)
Cita
bingung kenapa kakaknya begitu jutek kepadanya. Dan akhirnya dia pulang sendiri
. Setelah sampai dirumah ,
Mama
: “dek , kakak mana ? kok engga pulang bareng ?”
Cita
: “kakak izin mau main dulu ma, sama teman-temannya . Aku engga tau dia mau
kemana , dia engga bilang ma..”
Mama
: “Kakak kamu ini.. selalu saja begitu . Yasudah kamu ganti baju , terus makan
yah dek. Nannti coba mama telepon kakak kamu.”
Sore
pukul 16:45 , dirumah . Kesha baru pulang.
Mama
: “bagus ya kak , kamu pulang telat. Tadi mama telepon kenapa engga di angkat
?”
Kesha
: “ma, Kesha capek . Kesha mau istirahat dulu .”
Mama
: “Kesha... kamu ini , mama tanya kamu darimana ? kenapa biarin adik kamu
pulang sendirian ?”
Kesha
: “ma.. kesha tuh engga kemana-mana . Kesha butuh refreshing sama teman-teman
kesha , wajar dong . terus apa masalahnya sama Cita ? dia juga udah besar ma.
Jangan apa-apa yang di salahin aku terus!” (sambil membuang tasnya)
Cita
: “kakak.. jangan marah-marah sama mama. Mama kan cuma khawatir aja sama kaka
.”
Kesha
: “lo engga usah banyak omong deh , cari muka lo ?” (sambil membentak Cita)
Mama
: “KESHA! Jangan kasar sam adik kamu . Ganti baju sana , istirahat . Mama engga
mau dengar kamu berantem lagi.”
Cita
: “iya ma.. Cita mandi dulu ya”
Sedangkan
Kesha langsung pergi ke kamarnya. Dia kesal dengan Cita , dia memang tidak
dekat dengan cita karena , Dulu Kesha dan Cita pernah hilang di suatu mall.
Mama dan ayahnya panik . di pikiran mereka hanya Cita. Karena Cita masih
berumur 4tahun , sedangkan Kesha 6 tahun. Mereka lupa bahwa Kesha juga ikut
hilang . Karena panik , mereka hanya meninformasikan Cita yang hilang , Kesha
tidak. Kesha yang ketakutan mendengar info itu , dia sangat marah. kenapa hanya
Juni yang dicari , kenapa aku engga ? itu yang di pikirkannya . Padahal orangtuanya
lupa dan tidak sengaja , tapi Kesha sangat marah dan dendam dengan Cita .
karena Cita masih sangat kecil, Cita sangat diperhatikan oleh orangtuanya.
Kesha cemburu dan benci sampai sekarang.
Malam
hari , di kamar Kesha .
Cita
: “kak , aku masuk ya.. Aku mau balikin laptop kakak nih” (sambil membawa
laptop)
Ternyata
Kesha sedang tidak ada di kamar. Cita langsung masuk ke kamar kakaknya dan membuka
lemari untuk menaruh laptop kakaknya . Tidak sengaja ia melihat kalung emas
yang cantik sekali. Tiba-tiba Kesha dan mama datang ,
Kesha
: “eh Cita , ngapain lo di kamar gue ? mau maling kalung gue ? hah? Ngaku deh
lo!”
Mama
: “Cita , kamu ambil kalung kaka ?”
Cita
: “engga ma.. sumpah aku engga maling . Aku Cuma mau balikin laptop kakak
mah..”
Kesha
: “ah.. bohong aja lo! Lancang lo , masuk-masuk kamar gue dan sekarang lo mau
maling kalung emas gue ? Jahat lo!”
*PRAK!!*
Kesha dengan lantang menampar wajah adiknya sendiri , di depan mamanya.
Mama
: “Keshaaa... ! apa apan kamu ini ! Ini adik kamu , kenapa kamu kasar ? belum
tentu dia salah.”
Cita
hanya menangis dan tidak terpikirkan kakaknya berani menampar wajahnya .
Kesha
: “ma.. tapi dia emang benar mau maling ma. Liat aja , kenapa dia buka-buka
lemari aku kalau dia engga salah ? Dia tuh memang MALING !”
Tiba-tiba
Cita mimisan dan jatuh pingsan . Mama dan Kesha kaget dengan reaksi Cita
seperti itu . Cita langsung di bawa kerumah sakit oleh mama dan Kesha . Tiba
dirumah sakit , ayah akhirnya datang ,
Ayah
: “ma, ada apa dengan Cita ? apa dia baik-baik aja ?”
Mama
: “ceritanya panjang yah , tadi dirumah Kesha sempat kesal dengan Cita dan
refleks menanpar Cita , tapi Cita langsung mimisan dan pingsan . Makanya mama
bawa ke rumah sakit.”
Ayah
: “Kesha! Kamu apa-apaan sih kayak gitu ? Kamu tega nyakitin adik kamu ? Kamu
emang anak kurang ajar !”
Kesha
sakit hati dan akhirnya ia pergi meninggalkan rumah sakit dan entah kemana .
Orangtuanya tidak memperdulikan Kesha , karena mereka pikir , ia hanya
kekanak-kanakan.
Dokter
: “Ibu, bapak, kalian orangtuanya Cita ? Silahkan kita bicara di dalam sini .”
Dokter
: “ibu , bapak , apakah cita sering mimisan akhir-akhir ini ?”
Mama
: “tepatnya saya kurang tau dok . Tapi yang saya dengar dari temannya Cita di
sekolah baik-baik saja , Cuma hanya waktu itu dia pingsan sehabis mimisan
terus-terusan, dok.”
Dokter
: “setelah itu ibu tidak tau dia dirumah minum obat apa ? Apakah ibu melihat
Cita dirumah mimisan selain tadi ?”
Mama
: “saya tidak pernah melihatnya dok , tapi ayahnya pernah melihat Cita masuk ke
kamar mandi dengan banyak darah di tangan.”
Dokter
: “Apakah itu benar pak?”
Ayah
: “benar dok , tapi karena hari itu masih sangat pagi jadi saya tidak melihat
begitu jelas. Makanya kami tidak tau soal itu.”
Dokter
: “Ibu.. Bapak.. Anak anda di vonis terkena kanker darah yang sangat kronis.
Usianya tidak akan lama lagi. Dan saya sarankan , anda cepat-cepat melakukan
operasi dan terapi-terapi disini .”
Kedua
orangtuanya sangat terkejut dengan kabar ini , mereka tidak percaya bahwa kabar
buruk ini benar . Tetapi , dokter menyatakan semua ini atas hasil cek darah
yang di lakukannya tadi . Cita harus cepat-cepat di operasi .
Akhirnya
Cita siuman ,
Cita
: “ma.. yah.. Aku tau , aku sakit kan ? Aku sudah tau sejak beberapa bulan yang
lalu. Saat itu , aku pergi kerumah sakit dan mngecek darah , ternyata memang
benar aku divonis terkena kanker darah. Maaf ya ma , yah kalau Cita udah bohong
selama ini . Cita engga mau kalian tau . Cita engga mau kalian sedih . Maaf ya
ma,yah ..” (sambil menangis dan memgang tangan mama dan ayahnya)
Mama
: “Kenapa kamu tidak pernah bilang sayang ? mama engga percaya semua itu benar
, tapi setelah kamu bicarasemua itu seakan terasa nyata dan kamu memang
benar-benar sakit . Maafkan mama ya nak , mama kurang perhatian dengan kondisi
kamu.”
Ayah
: “Maafkan ayah , ayah telat mengetahui semua ini. Maafkan kita telat membawamu
kerumah sakit. Ayah menyesal nak..” (dengan meneteskan airmata)
Cita
: “Ayah , Mama.. Cita engga mau kak Kesha tau soal ini. Aku engga mau bikin
kakak sedih. Please ya ma, yah .. Please rahasiain ini . Mamam mau kan ?”
Mama
: “iya dek , Insyaallah mama akan rahasiakan itu. Tapi kamu harus kuat ya ,
Mama yakin kamu pasti bisa mengahadapi semua ini.”
Akhirnya
Cita dibawa pulang ke rumah oleh orangtuanya. Kesha yang kesal dan pergi
sekarang entah dimana . Ternyata dia tidak kerumah.
Mama
: “Ayah , sepertinya Kesha benar-benar kesal . Coba ayah cari dia dan bujuk
untuk mau pulang .”
Ayah
: “yasudah ma , jaga Cita ya.”
Ayah
pergi mencari Kesha sendirian malam-malam. Dia tidak tau harus cari kemana. Dia
sudah cari kerumah temannya , tapi ternyata tidak ada. Dia cari ke sekolah
tidak ada. Dia juga sudah telepon berkali-kali tapi tidak di angkat . Akhirnya
ia pulang , dan berharap Kesha ada dirumah.
Setelah
sampai di rumah, ayah pergi ke kamar Cita .
Ayah
: “ma.. Kesha tidak ada . Aku sudahcari kemana-mana tapi tetap tidak ada.
Bagaimana ini ?”
Mama
: “Aku juga sudah menelpon , sms dan bbm dia tapi dia tidak ada kabar. Yasudah
ya , lagipula sudah malam. Kesha sudah besar mungkin dia sedang dirumah Ibumu
yah.”
Karena
hari sudah malam , mereka tidak tau harus mencari dimana . Mereka pun tidur dan
menunggu besok Kesha akan pulang.
Keesokan
harinya , pagi hari , dirumah.
Cita
: “Selamat pagi ma, Cita udah agak sehatan nih ma. Cita udah engga lemes lagi. Cita
ke taman belakang ya ma. Oh iya , Cita udah sarapan kok.”
Mama
: “Oke sayang. Hati-hati ya. Mama dan Ayah mau pergi mencari Kesha lagi . Kamu
baik-baik ya dirumah.” (mencium kening Cita)
Cita
pun pergi ke taman belakang rumah dengan membawa bonekanya. Cita bicara kepada
bonekanya : “kenapa ya kak Kesha engga
mau pulang, salah aku tuh apa sih sebenarnya? Aku sayang sama dia , tapi dia
benci sama aku. Aku harus bagaimana? Ohiyah besok kan kakak ulang tahun. Aku
harus memberikan sesuatu yang spesial nih.”
Ternyata Kesha sedang
memperhatikannya dibalik tembok belakang
rumahnya , dia mengira orangtuanya tidak mencemaskan dia. Dan dia iri dengan
Cita. Tiba-tiba Cita yang sedang duduk santai melihat Kesha yang sedang
memperhatikannya .
Cita : “itu kak Kesha ya ? Kak...
kak Kesha ? itu kakak kan?” (sambil berlari mengejar Kesha)
Kesha terus berlari menghindar
dari Cita , tapi Cita tersandung batu dan jatuh . Kesha membantunya berdiri dan
membantunya masuk ke dalam rumah , tapi Cita pingsan dan tubuhnya kembali lemah
dan tidak menyadari kejadian tadi . Kesha kembali pergi dari rumahnya . Ia
tidak ingin orangtuanya tau bahwa dia balik ke rumah dan menolong adiknya yang
ia benci itu . Di jalanan kesha tidak makan , ia hanya duduk-duduk di Taman dan
menunggu orangtuanya mencarinya .
Kesha : “Gue emang engga penting
, gue engga berguna juga dipikiran Ayah atau Mama. Jadi buat apa gue pulang ,
lagipula mereka engga khawatir sama keadaan gue! Mereka Cuma peduli sama Cita.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil
yang memberinya mawar berwarna hitam , dan ketika Kesha menerima mawar itu ,
tangannya terkena duri dari mawar itu.
Kesha : “maksud kamu apa nih
dek?”
Anak kecil : “tidak kak , bunga
itu pantas ku berikan untuk kaka. Karena dari tadi pagi aku liat kakak selalu
disini sendirian .”
Anak kecil itu langsung pergi dan
meninggalkan Kesha. Kesha bingung maksud dari anak itu apa sebenarnya. Tapi
Kesha tidak peduli . Ia tetap menunggu di taman itu sampai orangtuany datang
menjemputnya.
Dirumah , Ayah menemukan Cita
terbaring di sofa dengan hidung yang kembali mimisan.
Ayah : “ma... lihat Cita. Cita
kenapa disini ma?”
Mama : “yah, cepat bawa dia
kekamar. Mama akan mengambil obat-obatan.”
Setelah dikamar , Cita pun
siuman.
Cita : “ma... aku dimana ini ?
aku...” (dengan lemah ia bicara)
Mama : “kamu dirumah kok sayang.
Kamu kenapa bisa mimisan lagi ? Kamu habis darimana?”
Cita menceritakan kejadian tadi
di taman belakang rumahnya . Dan malalm hari itu , dia menulis surat untuk
kakaknya besok yang berulangtahun. Tapi ia merasakan sakit yang sangat sakit.
Dia tidak mau membangunkan orangtuanya . Dia mencoba meminum obat-obatan yang
ada dirumahnya . Hingga akhirnya ia tertidur .
Hari ini hari ulang tahun Kesha ,
Cita harusnya menjalani operasi di rumah sakit , tapi pagi-pagi buta sekali ia
bersepeda keluar rumah untuk menyegarkan badannya . Dan menghilangkan rasa
sakitnya.
Cita : “pagi ini udaranya sejuk
sekali , segar. Rasanya aku hidup dengan
kondisi yang sehat saja hehehe.. Aku ingin hidup lama di dunia ini. Bersama
Kakak, Mama dan Ayah. Tapi tuhan berkata lain , Semoga aku masih bisa
memberikan yang terbaik untuk kaka.”
Dan Cita pergi membeli 17 tangkai bunga mawar merah untuk kakaknya .
Berharap kakaknya telah kembali pulang.
Siang hari pukul 11:00 , dirumah.
Kesha sudah kembali kerumah dan bertemu orangtuanya . Cita pun melihat
keharmonisan itu . Ia ingin selamanya seperti ini . Kesha tidak sadar jika Cita
melihat mereka.
Cita : “kak.. selamat kembali
kerumah ya kak. Aku senang kakak kembali kerumah .”
Mama dan Ayah tersenyum bahagia
melihat Cita tersenyum dan menyayangi kakaknya.
Kesha : “Iya .. Terimakasih ya
Cit.. Lo engga lupa kan sama hari ini?”
Cita berlari memeluk kakaknya
dengan membawa bunga dan surat yang telah dia buat.
Cita : “Kak... Aku sayang banget
sama kaka . Aku minta maaf kalau aku belum jadi yang terbaik. Aku punya sesuatu
buat kakak..” (sambil menangis bahagia)
Ketika itu dia merasakan sakit
yang amat sakit , dan hidungnya kembali mimisan . Tapi ia tetap memeluk erat
kakaknya. Walaupun dia merasa sudah tidak kuat lagi . Dan akhirnya takdir
berkata lain , Cita sudah meninggal . Sakitnya yang kronis sudah membuatnya
sangat sakit. Dia meninggal di pelukan kakaknya . Dan dia senang , karena dia
sudah memberikan yang terbaik untuk kakaknya. Dia juga sudah mendapatkan
kakaknya kembali kerumah dan keluargany kembali bahagia. Kesha akhirnya sadar
mengapa Cita memeluknya terlalu lama .
Kesha : “Cit , kamu kenapa ? Cit
, mana hadiahnya ? Cit ? kamu baik-baik aja kan ?” (sambil melepaskan pelukan
adiknya)
Mama : “ Cit , kamu kenapa ? Yah
, Cita kenapa ? Kok Cita mimisan dan pingsan ? yahhh...” (meneteskan air mata )
Ayah : (langung memeriksa denyut
nadi Cita , dan segera memeluknya)
Mama : “ayah, Cita kenapa ?”
Kesha : “yah... Ayah kenapa
menangis ? Cita kenapa ayah ? Ayah .......” (sambil menarik-narik ayahnya)
Ayah : “Ci, Ci... Cita udah tiada
ma... Cita udah meninggal kak ..” (dengan menangis terisak-isak)
Mama : “Ayah jangan bercanda!”
Kesha : “Ayah yang benar ! Ayahg jangan bercanda please ! Kesha
serius Ayah.. Cita kenapa ?”
Ayah mencoba menjelaskan kepada
Kesha . Tapi Kesha tidak percaya . Mama juga akhirny percaya bahwa Cita terlalu
lama merasakan sakit itu , dan dia sudah tidak bisa menahannya . Cita dilarikan
kerumah sakit . Kesha terus , terus dan terus menangis , dia tidak ingin
melepas pelukannya terhadap Cita . Dirumah sakit , Dokter memperjelas bahwa
Cita sudah tiada . Sakit kankernya sudah terlalu kronis karena dia tidak
mencoba operasi dan terapi . Takdir berkata lain , hidupnya hanya sampai sini .
Akhirnya Cita di makamkan di dekat makam omahnya .
Kesha : “ma... yah.. aku mau
bacain surat yang dibuat Cita untuk aku . Ma , dia juga tau kesukaanku . Dia
membelikan aku 17 tangkai mawar merah ma.. ini suratnya ..
“Kakak Kesha yang Cantik , Selamat Ulang Tahun ya.. Aku
berharap kakak menjadi anak mama dan ayah yang baik dan satu-satunya yang
terbaik . Aku bangga banget jadi adik kakak. Walaupun kakak benci sama aku ,
tapi aku selalu sayang sama kakak .
Ohiya kak , Semoga kakak tau semua ini dari mama. Maaf aku udah
nyembunyiin semuanya kak , ini aku lakuin biar kakak engga sedih. Kak aku juga
engga lupa beli 17 tangkai bunga mawar merah , karena aku tau kakak suka banget
sama redrose. Oh iya kak , Satu lagi , Jangan pernah lupain aku ya kak . Aku
sayang kakak . By : Cita , adikmu yang menyebalkan .”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar